Minggu, 25 November 2012

Sensori Integrasi


Setiap detik, menit dan jam tak terhitung berapa banyak informasi sensori yang masuk ke dalam tubuh manusia. Tidak hanya dari telinga dan mata saja, tetapi dari seluruh bagian tubuh. Sensori tersebut memberikan informasi tentang kondisi tubuh dan lingkungan di sekitar. 
Terapi ini di berikan untuk anak yang terlalu kuat / lemah pada fungsi sensori. misalnya : Anak takut ketinggian (dingklik 5 cm tingginya sudah takut) VS Anak tidak takut ketinggian (rumah bertingkat 3 anak tidak takut)
contoh lain tentang kepekaan di sensori
  • Anak tidak suka di sentuh / di peluk
  • Anak tidak suka mendengar suara blender
  • Anak tidak suka di tengah keramaian
  • Anak tidak suka basah (basah sedikit minta ganti baju)
  • Anak tidak suka label ? logo di belakang baju
  • Anak tidak suka bermain pasir
  • dll

Otak berperan sebagai Polisi Lalu lintas yang mengatur jalur informasi yang masuk dan mengaturnya dengan cara yang tepat. Otak juga menggunakan informasi tersebut untuk menentukan respon terhadap perubahan lingkungan
Saat seorang duduk diatas ayunan, ia akan tahu keberadaan posisi tubuhnya saat duduk, jika terlalu maju ke depan ia akan berhenti sebentar untuk membetulkan posisi duduknya. Jika ayunan bergerak terlalu cepat ia akan mengurangi kecepatan ayunannya dan jika dirasa kurang ia akan menggunakan kakinya untuk mengayunkan badannya terhadap perubahan tersebut.
Nah dalam hal ini informasi sensori sebagai “makanan bagi otak” yang menyediakan energy dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengarahkan tubuh (body) dan pikiran (mind). Tanpa kemampuan processing yang cukup untuk mengorganisasi sensori semua hal tersebut tidak dapat dicerna sebagai makanan bagi otak.
Saat sedang mengupas buah jeruk dengan jari, mata merasakan sedikit perih saat kulitnya terbuka dan hidung mencium aromanya yang khas dan kulit dan persendian tangan merasakan sesuatu yang empuk dan berair dari dalam buah itu dan saat mulut memakannya ada rasa-rasa manis-manis asam. Bagaimana kita bisa mengetahui jika buah itu adalah JERUK? Dan apa yang membuat ke 10 jari dan kedua tangan bekerjabersamaan? Semua informasi sensori dari jeruk dan sensasi yang tubuh rasakan semuanya terintegrasi dalam satu tempat di OTAK. Dengan pengintegrasian ini memungkinkan otak untuk mendfinisikan buah tersebut adalah JERUK.
Sensori integrasi dimulai saat janin berada dalam kandungan, yang merasa gerakan sang ibu dan pada saatnya ia akan bergerak did a;am janin. Pada bayi jika mendapat sentuhan dio area bibir dan mulut ia akan menggerakkan kepalanya kea rah sumber sentuhan yang akhirnya ia menyusu pada sang ibu, saat ia menangis suara merdu sang ibu serta ayunan ringan saat dalam pelukan membuatnya dapat tenang kembali. Apa yang menyebabkan proses tersebut terjadi???
Respon terhadap perubahan (respon adaptif) lingkungan yang memiliki tujuan dan terarah terhadap pengalaman sensori yang terjadi. Masa kanak-kanak adalah masa bermain dan belajar, keduanya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Dengan itu akan tertantang untuk mengeksplorasi lingkungan dan menguasai kemampuan tertentu yang didapay dari lingkungan. Pada saat yang sama otak terus berkembang dan mengatur dirinya. Kata “menyenangkan” adalah kata kunci dalam SI yaitu Bermain.
Manusia cenderung menikmati sesuatu yang menciptakan perkembangan pada otak. Anak mencari informasi sensori yang membantu otak untuk berkembang. Merupakan suatu alas an mengapa anak suka diangkat ke atas, berayun, dipeluk, memanjat, berlari, melompat. Mereka bergerak karena merupakan kebutuhan akan makanan bagi otaknya.

Apa SI itu?
Pengorganisasian informasi melalui sensori-sensori (sentuhan-gerakan-kesadaran tubuh dan grafitasinya, penciuman, pengecapan, penglihatan dan pendengaran) yang sangat berguna untuk menghasilkan respons yang bermakna. Indera kita memberikan informasi tentang kondisi fisik dan lingkungan sekitar.

GANGGUAN SENSORI INTEGRASI
Terjadi karena otak tidak mampu mengolah input sensori secara efisien. Hal ini tidak berarti otak mengalami kerusakan, tetapi otak tidak mampu mengolah informasi yang tepat (ayres, 1988). Ini terjadi jika proses penangkapan informasi sensori (tersandung), organisasi informasi sensori (di otak), output sensori terputus (aduhàmulut)...Anak diam saja tak berespon (bukan pintar kalau kesandung cuek)

PENYEBABNYA?
  1. Genetik
Seringkali anak yg mempunyai gangguan sensori integrasi mempunyai saudara atau orang tua yang mempunyai gangguan yang sama

  1. Pengaruh saat di dalam kandungan
Adanya kandungan kimia, racun/logam berat yg masuk ke janin, Virus yang diderita ibu, stress tinggi saat kehamilan, dll


  1. Prematur
  2. Trauma kelahiran
Operasi caessarn kurangnya oksigen saat lahir
  1. Orang tua yang berlebihan pada anak…kurangnya stimulasi pada anak
Takut kotor, dilarang bermain cat, pasir, dll hingga mengurangi input sensori
  1. Dll
Terapi sensori ini diberikan jika anak mengalami masalah dengan daya sensorik karena alat-alat indera, serabut saraf, dan jaringan sarafnya mengalami gangguan sehingga penyampain  informasi ke otak tidak sempurna. Selain itu untuk memberi STIMULUS (rangsangan), VESTIBULAR (keseimbangan), PROPRIOSEPTIF (gerak, tekan, & posisi sendi otot), TAKTIL (raba), AUDITORI (pendengaran) dan VISUAL (penglihatan). Terapi ini di berikan sesuai kebutuhan individual anak dalam terapi di usahakan anak memberi reaksi yang baik dalam terhadap stimulus. Sedikit demi sedikit  anak diberi aktivitas yang lebih sulit agar dapat mengembangkan proses pengolahan informasi sensorik lebih baik.
Ada system dari indera tersebut yang perlu diperhatikan :
  1. Tactile System (Peraba)
Dari semua sistem, sistem Taktil ini paling luas yang kita miliki dan ini ada di seluruh permukaan kulit. Dengan sistem ini kita bisa merasakan sakit, panas, dingin, dsb. Sistem ini yang pertama berkembang mulai dari janin.

2 Fungsi utama sistem Taktile :
  1. Mempertahankan diri
Dari serangan, dari bahaya, dari rasa panas dan dingin, kemampuan menghindar (proteksi diri), dll
  1. Membedakan
Apakah benda tersebut berbahaya atau tidak bagi kita, jarak yang diperhitungkan saat mendapat ancaman (jatuh / melakukan gerakan denganb prediksi tertentu...seperti berlari dan mengindar dari benda sekitar)

Kelebihan Sensori pada Taktil (Hypersensitive) :
Seharusnya mendapatkan input yang normal tetapi yang dia dapatkan menyakitkan. Respon berbeda.
Contoh :
- Bila anak dipegang secara halus justru merasakan sakit yang luar biasa seperti nyeri pada kulitnya
-       Tidak suka memakai baju yang ada label dibelakangnya, baju lengan panjang
-       Tidak suka disisir pada anak wanita
-       Memakai pembalut pada anak wanita
-       Bahan baju tidak sembarangan (bukan karena anak memilih, namun karena tidak nyaman menyentuh kulitnya)
-       Tidak suka potong rambut (sakit demam)


Kekurangan Sensori pada Taktil (Hyposensitive)
Seharusnya mendapatkan input yang normal tetapi yang dia dapatkan tidak merasakan apapun.
Contoh :
-       Anak yang berbaris, tiba-tiba memukul temannya (padahal niat mau menyapa)àkurang kontrol gerak
-       Berlari atau jalan suka menabrak sesuatu tetapi tdk terasa
-       Makan sampai seputar mulut kotor semua, pilek tidak dibersihkan...tdk masalah
-       Mencoba memegang semua benda yang ada di rumah atau di sekitarnya

Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
  1. Menyikat Badan dengan sikat khusus (bisa dilakukan di rumah...minta terapis mengajarinya) (Hyper dan Hypo)à tekanan dibedakan antara Hyper dan Hypo
  2. Melap badan dengan Spon yang dibasahi dengan air hangat/air dingin....utk kepekaan sensori (Hyper dan Hypo)à Tekanan dibedakan antara Hyper dan Hypo
  3. Pijat/Massage (tekanan dibedakan antara Hyper/Hypo)
  4. Berjalan dengan Telapak tangan
  5. Tidur terlentang di Bola Bobath
  6. Tidur Tengkurap di bola Bobath
  7. Bermain dengan Bola bergerigi
  8. Bermain Playdough
  9. Kombinasi dengan latihan Motorik kasar dan terapi bermain

  1. Vestibular System (Keseimbangan)
Salah satu dari 3 fungsi utama yang letaknya di dalam rongga telinga
Bila kepala kita bergerak yang menerima rangsangan adalah vestibular sehingga kepala kita Pusingà kurang keseimbangan
Ini juga termauk salah satu sistem yang berkembang pada saat masih janin dengan gerakan-gerakan yang dibuat ibu.

Kelebihan Sensori pada Vestibular (Hypersensitive) :
Informasi yang mereka terima diproses secara tidak benar, sedikit bergerak tetapi bagi anak ini merasa berlebihan àmengalami hambatan pada motorik kasar
Contoh :
-          Anak tidak suka bergerak (diam)
-          Tidak suka bermain ayunan
-          Tidak mau bermain prosotan
-          Melangkah dengan ketinggian 5 cm sudah merasa berada di atas gedung
-          Tidak mau naik Lift/Eskalator


Kekurangan Sensori pada Vestibular (Hyposensitive)
Informasi yang mereka terima diproses secara tidak benar, banyak bergerak dan tidak mau diam, Tidak punya perasaan takut dan naik turun tidak jatuh (keseimbangan berlebihan)...mendapatkan sensasi dg aktifitas tersebut
Contoh :
-          Suka memanjat
-          Suka berayun keras
-          Suka berputar di Gelas Putar keras sekali
-          Suka prosotan yang tinggi
-          Naik dan turun lift berulang kali

Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
  1. Berjalan di papan keseimbangan
  2. Berjalan melangkah dari kursi ke kursi (tingkatkan jarak lebarnya dan tinggi kursinya)
Kalau Hyper : dari rendah ke tinggi
                       Lebar dari dekat ke jauh
Kalau hypo : dari Tinggi ke rendah
                      Dari jauh ke dekat    
  1. Tidur terlentang di Bola Bobath (Hyper : ayunan pelan ke keras, hypo :keras ke pelan)
  2. Tidur Tengkurap di bola Bobath (Hyper : ayunan pelan ke keras, hypo :keras ke pelan)
  3. Kombinasi dengan Gerakan Brain Gym

  1. Proprioseptive System
Memberikan informasi kepada kita mengenai badan kita. Perlu mendapatkan input dari sendi-sendinya.

Contoh :
-          Duduk dengan baik tiba-tiba jatuh
-          Kalau berjalan selalu melihat kakinya
-          Jalan berjinjit
-          Suka dipeluk, suka dirangkul/dipeluk kuat, suka diremas
-          Suka menggigit (diri sendiri dan orang lain)
-          Kurang sadar akan ruang gerak

Ini karena sistem tactile yang tidak normal berpengaruh pada sistem Proprioseptive

Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
-          Sikat Badan
-          Lap badan
-          Pijat / Massage
-          Bermain Bola Bobath
-          Mengangkat kursi
-          Mendorong kursi/benda yang diberi beban (galon)
-          Merangkak/Merayap dengan beban di punggungnya
-          Mendorong dinding dengan Tangan dan kaki bergantian
-          Kombinasi dengan Motorik kasar
-           
  1. Auditory System (Pendengaran)
Telinganya sangat peka

Kelebihan Sensori pada Auditory (Hypersensitive) :
-          Suka menutup telinga bila mendengar suara-suara yang tidak disuka
-          Tidak suka dengan suara ramai (kerumunan orang melakukan aktifitasàdi dapur, suara sirene, dll)
Kekurangan Sensori pada Auditory (Hyposensitive)
-          Pendengarannya Lemah kurang peka ---ada Petasan meletus Cuek saja
Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
  1. Kombinasi dengan terapi Musik
Hyper : musik lembut ke keras (volume rendah ke tinggi/rancak)
Hypo : musik Keras ke lembut (rancak/Volume Tinggi ke rendah)
  1. Bermain bisik-berbisik

  1. Penciuman – Pengecapan
Anak yang terlalu sensitive dengan bauà Jangan pakai Parfum, alat kosmetik yg beraroma, suka membau-bau (bau spidol, bensin, dll)
Anak yang terlalu sensitive dengan rasa à susah makan dan memilih2 makanan (maunya yg lembek)/ susah menelanà akibatnya kesulitan berbicara
Mereka bukan peka terhadap jenis makanannya, tetapi terhadap textur makanannya à apakah makanan itu lembut / kasar
Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
  1. Pijat Oral (pengecapan)
  2. Sikat Oral (pengecapan) dengan texture sikat tertentu sesuai tahapannya
  3. Hindarkan dari bau yang tajam à Penciuman (karena berhubungan dengan DIET dan sistem Biomedis di tubuh

  1. Visual
Mata sangat detail, dan sangat peka atau bahkan tidak berespon terhadap sesuatu

Kelebihan Sensori pada Visual (Hypersensitive) :
-          Tidak suka dengan kerumunan orang
-          Tidak suka warna yang mencolok
-          Ruangan harus polos
Kekurangan Sensori pada Auditory (Hyposensitive)
-       Cuek tidak berespon terhadap cahaya
-       Kurang peka terhadap lingkungan sekitar
Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
-          Terapi Snocelenzà gerakan lampu (Hypo : banyak ke sedikit, Hyper : Sedikit ke banyak)
-          Kombinasi dengan Brain Gym (fokus dan konsentrasiàkontak mata)
-          Ruangan diberi distraks..(Hypo : Banyak ke sedikit/ kosong, Hyper : Kosong ke banyak/ berantakan)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar