Kamis, 25 Februari 2016

Melengkapi angka

Melengkapi angka 
Tujuannya : 
1. Anak paham angka (melewati fase identifikasi/melabel angka, urutan angka).
2. Anak memahami konsep sebelum dan sesudah.
3. Anak memahami mengisi kolom yang kosong dengan urutan angkanya.
4. Sebagai dasar konsep penjumlahan dan pengurangan.
5. Spontanitas "Sudah" bila anak sudah menyelesaikannya.
6. Anak mampu mengerjakan dengan mandiri hingga selesai. 

Aktifitas sebelumnya :
1. Melabel angka 
2. Mengurutkan angka
3. Siap menulis, memegang pensil dengan benar
4. Paham instruksi
5. Mampu dalam kemampuan menghitung/membilang (hanya menyebutkan belum masuk konsep penjumlahan) 
6. Dot to dot (urutan angka dengan menarik garis)
7. Imla angka

Aktifitas sesudahnya : 
1. Konsep banyak sedikit, lebih besar lebih kecil
2. Menggambar sesuai jumlah
3. Konsep penjumlahan (hitung maju)
4. Konsep pengurangan (hitung mundur)

Melengkapi angka 
Tujuannya : 
1. Anak paham angka (melewati fase identifikasi/melabel angka, urutan angka).
2. Anak memahami konsep sebelum dan sesudah.
3. Anak memahami mengisi kolom yang kosong dengan urutan angkanya.
4. Sebagai dasar konsep penjumlahan dan pengurangan.
5. Spontanitas "Sudah" bila anak sudah menyelesaikannya.
6. Anak mampu mengerjakan dengan mandiri hingga selesai. 

Aktifitas sebelumnya :
1. Melabel angka 
2. Mengurutkan angka
3. Siap menulis, memegang pensil dengan benar
4. Paham instruksi
5. Mampu dalam kemampuan menghitung/membilang (hanya menyebutkan belum masuk konsep penjumlahan) 
6. Dot to dot (urutan angka dengan menarik garis)
7. Imla angka

Aktifitas sesudahnya : 
1. Konsep banyak sedikit, lebih besar lebih kecil
2. Menggambar sesuai jumlah
3. Konsep penjumlahan (hitung maju)
4. Konsep pengurangan (hitung mundur)

5. Imitasi 2-7 digit angka

Sabtu, 06 Februari 2016

Melepas anak di sekolah reguler tanpa Shadow.

Melepas anak di sekolah reguler tanpa Shadow memang agak susah, mengingat dalam tiap tumbuh kembangnya selalu ada masalah dalam kemampuan anak. Namun, bila orang tua mulai berani mencoba mengambil langkah ini, perlu dapat respon positif terutama di dalam mengambil keputusan. 
Langkah - langkah yang perlu dipersiapkan sebelum Shadow lepas dari anak adalah...
1. Shadow mencatat kelemahan anak di kelas, misalnya menjawab bersama-sama, atau maju ke depan mengumpulkan tugas, dll. Tujuannya dicatat untuk mengajarkan kembali dalam sessi terapi atau di rumah tentang kelemahan tersebut. 
2. Bekerjasama dengan guru dan mengajari guru untuk bagaimana tehnik-tehnik mengatasi anak dan kemudian melaporkan kelemahan-kelemahan anak untuk dilatihkan di rumah atau sessi terapi. 
3. Bila mulai melepas, jangan langsung dilepas begitu saja seandainya ada Shadow di dalam kelas sebelumnya. Namun Minggu demi Minggu dikurangi secara perlahan sampai tidak menggunakan Shadow sama sekali. 
Bila mulai melepas dari kesehariannya terapi menuju ke sekolah dan tanpa Shadow, hendaklah orang tua memberi masukan kepada guru mengenai kelemahan anak dan bagaimana mengatasinya. 
5. Orang tua menjalin komunikasi dengan teman-teman anak dan orang tua anak yang lain, jadi sebaiknya untuk awal-awal masuk orang tua bisa coba tuh kumpul-kumpul bersama orang tua yang lain di sekolah walau sekedar rumpi namun tujuannya untuk kepentingan anak. 
6. Mengalihkan kinerja Shadow kepada teman-temannya, supaya ketika anak mulai dilepas ada tenan-temannya yang peduli dan membantu kesulitan anak. 
7. Mengajari fokus atau tips mengatasi anak distraksi....dengan memberi latihan-latihan kepada anak seperti misalnya bagaimana anak tetap bisa belajar walau ada suara-suara lain. 
a. Latih dengan kemampuan kontak mata terlebih dahulu. Ajarkan belajar secara klasikal dan tidak di dalam ruangan seorang diri bersama dengan terapis. Libatkan seluruh anggota keluarga untuk melatih kemampuan konsentrasi anak. Misalnya belajar sambil televisi menyala, atau belajar tapi banyak orang berlalu lalang, belajar dengan berbagai macam corak yang dilihat anak. Benda-benda tersebut jangan diberikan secara bersamaan, tetapi perlahan-lahan memasukkannya sampai anak tetap fokus dalam pelajarannya walau banyaknya orang yang lewat atau banyaknya lemari atau buku-buku di sekelilingnya. Tingkatkan kesulitannya. 
b. Latih dengan kemampuan di pendengaran, ketika belajar masukkan suara-suara musik pelan. Gunakan musik klasik dan tingkatkan jenis musiknya, bisa dengan musik lagu-lagu anak- anak, suara-suara orang berbicara, suara sepeda kotor lewat, suara gitar, maracas, dll. Apakah anak tetap bisa fokus di dalam belajarnya. Perkecil volume terlebih dahulu dan kemudian tingkatkan. 
c. Latihan berbicara atau menjawab serentak bisa dilakukan dengan : latihan bernyanyi..ketika anak bernyanyi coba ikuti, 
Libatkan juga anggota keluarga yang lain, beri pertanyaan dan ketika anak mulai menjawab coba papa atau mama, atau sepupu mengikuti juga. Cuek terhadap respon anak ketika anak mulai bingung. Tapi bila Responnya kuat misalnya hingga tantrum Karena merasa terganggu, berarti perkecil jumlah orang yang mengikuti kemudian tingkatkan. 
D. Latihan kemampuan memperhatikan : latih kontak mata jarak dekat hingga jarak jauh, untuk kemampuan melihat guru di depan dan juga mendengar guru di depan kelas. Juga memahami perintah sederhana. Beri tugas-tugas kecil seperti kumpulkan, maju ke depan, tugas kelompok, bagikan, dll. 
Latih Imla jarak dekat juga jarak jauh..untuk latihan mencongak nantinya. 

Latihan latihan kecil cukup membantu memberi fokus pada anak seperti : 
1. Lempar tangkap bola (atur jarak dekat ke jauh) 
2. Brain Gym
3. Mendrible bola dan beri tanda pada lantai
4. Menyulam sambil duduk di atas bola
5. Meronce sambil duduk di atas bola
6. Mendrible bola sambil bernyanyi
7. Melempar bola ke keranjang sambil mendengar musik 
8. Mewarna sambil menonton TV


Catat dan buat target PR untuk melatih kan tiap kemampuan perkembangan anak. Bila dirasa masih susah...tarik mundur. Hati-hati dengan ambisi...bentuk kemampuan anak dengan tujuan dan Goal, perlu proses dan bertahap, tidak ada yang instan. Rayakan bila berhasil...:)