Minggu, 25 November 2012

Sensori Integrasi


Setiap detik, menit dan jam tak terhitung berapa banyak informasi sensori yang masuk ke dalam tubuh manusia. Tidak hanya dari telinga dan mata saja, tetapi dari seluruh bagian tubuh. Sensori tersebut memberikan informasi tentang kondisi tubuh dan lingkungan di sekitar. 
Terapi ini di berikan untuk anak yang terlalu kuat / lemah pada fungsi sensori. misalnya : Anak takut ketinggian (dingklik 5 cm tingginya sudah takut) VS Anak tidak takut ketinggian (rumah bertingkat 3 anak tidak takut)
contoh lain tentang kepekaan di sensori
  • Anak tidak suka di sentuh / di peluk
  • Anak tidak suka mendengar suara blender
  • Anak tidak suka di tengah keramaian
  • Anak tidak suka basah (basah sedikit minta ganti baju)
  • Anak tidak suka label ? logo di belakang baju
  • Anak tidak suka bermain pasir
  • dll

Otak berperan sebagai Polisi Lalu lintas yang mengatur jalur informasi yang masuk dan mengaturnya dengan cara yang tepat. Otak juga menggunakan informasi tersebut untuk menentukan respon terhadap perubahan lingkungan
Saat seorang duduk diatas ayunan, ia akan tahu keberadaan posisi tubuhnya saat duduk, jika terlalu maju ke depan ia akan berhenti sebentar untuk membetulkan posisi duduknya. Jika ayunan bergerak terlalu cepat ia akan mengurangi kecepatan ayunannya dan jika dirasa kurang ia akan menggunakan kakinya untuk mengayunkan badannya terhadap perubahan tersebut.
Nah dalam hal ini informasi sensori sebagai “makanan bagi otak” yang menyediakan energy dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengarahkan tubuh (body) dan pikiran (mind). Tanpa kemampuan processing yang cukup untuk mengorganisasi sensori semua hal tersebut tidak dapat dicerna sebagai makanan bagi otak.
Saat sedang mengupas buah jeruk dengan jari, mata merasakan sedikit perih saat kulitnya terbuka dan hidung mencium aromanya yang khas dan kulit dan persendian tangan merasakan sesuatu yang empuk dan berair dari dalam buah itu dan saat mulut memakannya ada rasa-rasa manis-manis asam. Bagaimana kita bisa mengetahui jika buah itu adalah JERUK? Dan apa yang membuat ke 10 jari dan kedua tangan bekerjabersamaan? Semua informasi sensori dari jeruk dan sensasi yang tubuh rasakan semuanya terintegrasi dalam satu tempat di OTAK. Dengan pengintegrasian ini memungkinkan otak untuk mendfinisikan buah tersebut adalah JERUK.
Sensori integrasi dimulai saat janin berada dalam kandungan, yang merasa gerakan sang ibu dan pada saatnya ia akan bergerak did a;am janin. Pada bayi jika mendapat sentuhan dio area bibir dan mulut ia akan menggerakkan kepalanya kea rah sumber sentuhan yang akhirnya ia menyusu pada sang ibu, saat ia menangis suara merdu sang ibu serta ayunan ringan saat dalam pelukan membuatnya dapat tenang kembali. Apa yang menyebabkan proses tersebut terjadi???
Respon terhadap perubahan (respon adaptif) lingkungan yang memiliki tujuan dan terarah terhadap pengalaman sensori yang terjadi. Masa kanak-kanak adalah masa bermain dan belajar, keduanya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Dengan itu akan tertantang untuk mengeksplorasi lingkungan dan menguasai kemampuan tertentu yang didapay dari lingkungan. Pada saat yang sama otak terus berkembang dan mengatur dirinya. Kata “menyenangkan” adalah kata kunci dalam SI yaitu Bermain.
Manusia cenderung menikmati sesuatu yang menciptakan perkembangan pada otak. Anak mencari informasi sensori yang membantu otak untuk berkembang. Merupakan suatu alas an mengapa anak suka diangkat ke atas, berayun, dipeluk, memanjat, berlari, melompat. Mereka bergerak karena merupakan kebutuhan akan makanan bagi otaknya.

Apa SI itu?
Pengorganisasian informasi melalui sensori-sensori (sentuhan-gerakan-kesadaran tubuh dan grafitasinya, penciuman, pengecapan, penglihatan dan pendengaran) yang sangat berguna untuk menghasilkan respons yang bermakna. Indera kita memberikan informasi tentang kondisi fisik dan lingkungan sekitar.

GANGGUAN SENSORI INTEGRASI
Terjadi karena otak tidak mampu mengolah input sensori secara efisien. Hal ini tidak berarti otak mengalami kerusakan, tetapi otak tidak mampu mengolah informasi yang tepat (ayres, 1988). Ini terjadi jika proses penangkapan informasi sensori (tersandung), organisasi informasi sensori (di otak), output sensori terputus (aduhàmulut)...Anak diam saja tak berespon (bukan pintar kalau kesandung cuek)

PENYEBABNYA?
  1. Genetik
Seringkali anak yg mempunyai gangguan sensori integrasi mempunyai saudara atau orang tua yang mempunyai gangguan yang sama

  1. Pengaruh saat di dalam kandungan
Adanya kandungan kimia, racun/logam berat yg masuk ke janin, Virus yang diderita ibu, stress tinggi saat kehamilan, dll


  1. Prematur
  2. Trauma kelahiran
Operasi caessarn kurangnya oksigen saat lahir
  1. Orang tua yang berlebihan pada anak…kurangnya stimulasi pada anak
Takut kotor, dilarang bermain cat, pasir, dll hingga mengurangi input sensori
  1. Dll
Terapi sensori ini diberikan jika anak mengalami masalah dengan daya sensorik karena alat-alat indera, serabut saraf, dan jaringan sarafnya mengalami gangguan sehingga penyampain  informasi ke otak tidak sempurna. Selain itu untuk memberi STIMULUS (rangsangan), VESTIBULAR (keseimbangan), PROPRIOSEPTIF (gerak, tekan, & posisi sendi otot), TAKTIL (raba), AUDITORI (pendengaran) dan VISUAL (penglihatan). Terapi ini di berikan sesuai kebutuhan individual anak dalam terapi di usahakan anak memberi reaksi yang baik dalam terhadap stimulus. Sedikit demi sedikit  anak diberi aktivitas yang lebih sulit agar dapat mengembangkan proses pengolahan informasi sensorik lebih baik.
Ada system dari indera tersebut yang perlu diperhatikan :
  1. Tactile System (Peraba)
Dari semua sistem, sistem Taktil ini paling luas yang kita miliki dan ini ada di seluruh permukaan kulit. Dengan sistem ini kita bisa merasakan sakit, panas, dingin, dsb. Sistem ini yang pertama berkembang mulai dari janin.

2 Fungsi utama sistem Taktile :
  1. Mempertahankan diri
Dari serangan, dari bahaya, dari rasa panas dan dingin, kemampuan menghindar (proteksi diri), dll
  1. Membedakan
Apakah benda tersebut berbahaya atau tidak bagi kita, jarak yang diperhitungkan saat mendapat ancaman (jatuh / melakukan gerakan denganb prediksi tertentu...seperti berlari dan mengindar dari benda sekitar)

Kelebihan Sensori pada Taktil (Hypersensitive) :
Seharusnya mendapatkan input yang normal tetapi yang dia dapatkan menyakitkan. Respon berbeda.
Contoh :
- Bila anak dipegang secara halus justru merasakan sakit yang luar biasa seperti nyeri pada kulitnya
-       Tidak suka memakai baju yang ada label dibelakangnya, baju lengan panjang
-       Tidak suka disisir pada anak wanita
-       Memakai pembalut pada anak wanita
-       Bahan baju tidak sembarangan (bukan karena anak memilih, namun karena tidak nyaman menyentuh kulitnya)
-       Tidak suka potong rambut (sakit demam)


Kekurangan Sensori pada Taktil (Hyposensitive)
Seharusnya mendapatkan input yang normal tetapi yang dia dapatkan tidak merasakan apapun.
Contoh :
-       Anak yang berbaris, tiba-tiba memukul temannya (padahal niat mau menyapa)àkurang kontrol gerak
-       Berlari atau jalan suka menabrak sesuatu tetapi tdk terasa
-       Makan sampai seputar mulut kotor semua, pilek tidak dibersihkan...tdk masalah
-       Mencoba memegang semua benda yang ada di rumah atau di sekitarnya

Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
  1. Menyikat Badan dengan sikat khusus (bisa dilakukan di rumah...minta terapis mengajarinya) (Hyper dan Hypo)à tekanan dibedakan antara Hyper dan Hypo
  2. Melap badan dengan Spon yang dibasahi dengan air hangat/air dingin....utk kepekaan sensori (Hyper dan Hypo)à Tekanan dibedakan antara Hyper dan Hypo
  3. Pijat/Massage (tekanan dibedakan antara Hyper/Hypo)
  4. Berjalan dengan Telapak tangan
  5. Tidur terlentang di Bola Bobath
  6. Tidur Tengkurap di bola Bobath
  7. Bermain dengan Bola bergerigi
  8. Bermain Playdough
  9. Kombinasi dengan latihan Motorik kasar dan terapi bermain

  1. Vestibular System (Keseimbangan)
Salah satu dari 3 fungsi utama yang letaknya di dalam rongga telinga
Bila kepala kita bergerak yang menerima rangsangan adalah vestibular sehingga kepala kita Pusingà kurang keseimbangan
Ini juga termauk salah satu sistem yang berkembang pada saat masih janin dengan gerakan-gerakan yang dibuat ibu.

Kelebihan Sensori pada Vestibular (Hypersensitive) :
Informasi yang mereka terima diproses secara tidak benar, sedikit bergerak tetapi bagi anak ini merasa berlebihan àmengalami hambatan pada motorik kasar
Contoh :
-          Anak tidak suka bergerak (diam)
-          Tidak suka bermain ayunan
-          Tidak mau bermain prosotan
-          Melangkah dengan ketinggian 5 cm sudah merasa berada di atas gedung
-          Tidak mau naik Lift/Eskalator


Kekurangan Sensori pada Vestibular (Hyposensitive)
Informasi yang mereka terima diproses secara tidak benar, banyak bergerak dan tidak mau diam, Tidak punya perasaan takut dan naik turun tidak jatuh (keseimbangan berlebihan)...mendapatkan sensasi dg aktifitas tersebut
Contoh :
-          Suka memanjat
-          Suka berayun keras
-          Suka berputar di Gelas Putar keras sekali
-          Suka prosotan yang tinggi
-          Naik dan turun lift berulang kali

Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
  1. Berjalan di papan keseimbangan
  2. Berjalan melangkah dari kursi ke kursi (tingkatkan jarak lebarnya dan tinggi kursinya)
Kalau Hyper : dari rendah ke tinggi
                       Lebar dari dekat ke jauh
Kalau hypo : dari Tinggi ke rendah
                      Dari jauh ke dekat    
  1. Tidur terlentang di Bola Bobath (Hyper : ayunan pelan ke keras, hypo :keras ke pelan)
  2. Tidur Tengkurap di bola Bobath (Hyper : ayunan pelan ke keras, hypo :keras ke pelan)
  3. Kombinasi dengan Gerakan Brain Gym

  1. Proprioseptive System
Memberikan informasi kepada kita mengenai badan kita. Perlu mendapatkan input dari sendi-sendinya.

Contoh :
-          Duduk dengan baik tiba-tiba jatuh
-          Kalau berjalan selalu melihat kakinya
-          Jalan berjinjit
-          Suka dipeluk, suka dirangkul/dipeluk kuat, suka diremas
-          Suka menggigit (diri sendiri dan orang lain)
-          Kurang sadar akan ruang gerak

Ini karena sistem tactile yang tidak normal berpengaruh pada sistem Proprioseptive

Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
-          Sikat Badan
-          Lap badan
-          Pijat / Massage
-          Bermain Bola Bobath
-          Mengangkat kursi
-          Mendorong kursi/benda yang diberi beban (galon)
-          Merangkak/Merayap dengan beban di punggungnya
-          Mendorong dinding dengan Tangan dan kaki bergantian
-          Kombinasi dengan Motorik kasar
-           
  1. Auditory System (Pendengaran)
Telinganya sangat peka

Kelebihan Sensori pada Auditory (Hypersensitive) :
-          Suka menutup telinga bila mendengar suara-suara yang tidak disuka
-          Tidak suka dengan suara ramai (kerumunan orang melakukan aktifitasàdi dapur, suara sirene, dll)
Kekurangan Sensori pada Auditory (Hyposensitive)
-          Pendengarannya Lemah kurang peka ---ada Petasan meletus Cuek saja
Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
  1. Kombinasi dengan terapi Musik
Hyper : musik lembut ke keras (volume rendah ke tinggi/rancak)
Hypo : musik Keras ke lembut (rancak/Volume Tinggi ke rendah)
  1. Bermain bisik-berbisik

  1. Penciuman – Pengecapan
Anak yang terlalu sensitive dengan bauà Jangan pakai Parfum, alat kosmetik yg beraroma, suka membau-bau (bau spidol, bensin, dll)
Anak yang terlalu sensitive dengan rasa à susah makan dan memilih2 makanan (maunya yg lembek)/ susah menelanà akibatnya kesulitan berbicara
Mereka bukan peka terhadap jenis makanannya, tetapi terhadap textur makanannya à apakah makanan itu lembut / kasar
Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
  1. Pijat Oral (pengecapan)
  2. Sikat Oral (pengecapan) dengan texture sikat tertentu sesuai tahapannya
  3. Hindarkan dari bau yang tajam à Penciuman (karena berhubungan dengan DIET dan sistem Biomedis di tubuh

  1. Visual
Mata sangat detail, dan sangat peka atau bahkan tidak berespon terhadap sesuatu

Kelebihan Sensori pada Visual (Hypersensitive) :
-          Tidak suka dengan kerumunan orang
-          Tidak suka warna yang mencolok
-          Ruangan harus polos
Kekurangan Sensori pada Auditory (Hyposensitive)
-       Cuek tidak berespon terhadap cahaya
-       Kurang peka terhadap lingkungan sekitar
Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
-          Terapi Snocelenzà gerakan lampu (Hypo : banyak ke sedikit, Hyper : Sedikit ke banyak)
-          Kombinasi dengan Brain Gym (fokus dan konsentrasiàkontak mata)
-          Ruangan diberi distraks..(Hypo : Banyak ke sedikit/ kosong, Hyper : Kosong ke banyak/ berantakan)

Sensori Integrasi


Setiap detik, menit dan jam tak terhitung berapa banyak informasi sensori yang masuk ke dalam tubuh manusia. Tidak hanya dari telinga dan mata saja, tetapi dari seluruh bagian tubuh. Sensori tersebut memberikan informasi tentang kondisi tubuh dan lingkungan di sekitar. 
Terapi ini di berikan untuk anak yang terlalu kuat / lemah pada fungsi sensori. misalnya : Anak takut ketinggian (dingklik 5 cm tingginya sudah takut) VS Anak tidak takut ketinggian (rumah bertingkat 3 anak tidak takut)
contoh lain tentang kepekaan di sensori
  • Anak tidak suka di sentuh / di peluk
  • Anak tidak suka mendengar suara blender
  • Anak tidak suka di tengah keramaian
  • Anak tidak suka basah (basah sedikit minta ganti baju)
  • Anak tidak suka label ? logo di belakang baju
  • Anak tidak suka bermain pasir
  • dll

Otak berperan sebagai Polisi Lalu lintas yang mengatur jalur informasi yang masuk dan mengaturnya dengan cara yang tepat. Otak juga menggunakan informasi tersebut untuk menentukan respon terhadap perubahan lingkungan
Saat seorang duduk diatas ayunan, ia akan tahu keberadaan posisi tubuhnya saat duduk, jika terlalu maju ke depan ia akan berhenti sebentar untuk membetulkan posisi duduknya. Jika ayunan bergerak terlalu cepat ia akan mengurangi kecepatan ayunannya dan jika dirasa kurang ia akan menggunakan kakinya untuk mengayunkan badannya terhadap perubahan tersebut.
Nah dalam hal ini informasi sensori sebagai “makanan bagi otak” yang menyediakan energy dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengarahkan tubuh (body) dan pikiran (mind). Tanpa kemampuan processing yang cukup untuk mengorganisasi sensori semua hal tersebut tidak dapat dicerna sebagai makanan bagi otak.
Saat sedang mengupas buah jeruk dengan jari, mata merasakan sedikit perih saat kulitnya terbuka dan hidung mencium aromanya yang khas dan kulit dan persendian tangan merasakan sesuatu yang empuk dan berair dari dalam buah itu dan saat mulut memakannya ada rasa-rasa manis-manis asam. Bagaimana kita bisa mengetahui jika buah itu adalah JERUK? Dan apa yang membuat ke 10 jari dan kedua tangan bekerjabersamaan? Semua informasi sensori dari jeruk dan sensasi yang tubuh rasakan semuanya terintegrasi dalam satu tempat di OTAK. Dengan pengintegrasian ini memungkinkan otak untuk mendfinisikan buah tersebut adalah JERUK.
Sensori integrasi dimulai saat janin berada dalam kandungan, yang merasa gerakan sang ibu dan pada saatnya ia akan bergerak did a;am janin. Pada bayi jika mendapat sentuhan dio area bibir dan mulut ia akan menggerakkan kepalanya kea rah sumber sentuhan yang akhirnya ia menyusu pada sang ibu, saat ia menangis suara merdu sang ibu serta ayunan ringan saat dalam pelukan membuatnya dapat tenang kembali. Apa yang menyebabkan proses tersebut terjadi???
Respon terhadap perubahan (respon adaptif) lingkungan yang memiliki tujuan dan terarah terhadap pengalaman sensori yang terjadi. Masa kanak-kanak adalah masa bermain dan belajar, keduanya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Dengan itu akan tertantang untuk mengeksplorasi lingkungan dan menguasai kemampuan tertentu yang didapay dari lingkungan. Pada saat yang sama otak terus berkembang dan mengatur dirinya. Kata “menyenangkan” adalah kata kunci dalam SI yaitu Bermain.
Manusia cenderung menikmati sesuatu yang menciptakan perkembangan pada otak. Anak mencari informasi sensori yang membantu otak untuk berkembang. Merupakan suatu alas an mengapa anak suka diangkat ke atas, berayun, dipeluk, memanjat, berlari, melompat. Mereka bergerak karena merupakan kebutuhan akan makanan bagi otaknya.

Apa SI itu?
Pengorganisasian informasi melalui sensori-sensori (sentuhan-gerakan-kesadaran tubuh dan grafitasinya, penciuman, pengecapan, penglihatan dan pendengaran) yang sangat berguna untuk menghasilkan respons yang bermakna. Indera kita memberikan informasi tentang kondisi fisik dan lingkungan sekitar.

GANGGUAN SENSORI INTEGRASI
Terjadi karena otak tidak mampu mengolah input sensori secara efisien. Hal ini tidak berarti otak mengalami kerusakan, tetapi otak tidak mampu mengolah informasi yang tepat (ayres, 1988). Ini terjadi jika proses penangkapan informasi sensori (tersandung), organisasi informasi sensori (di otak), output sensori terputus (aduhàmulut)...Anak diam saja tak berespon (bukan pintar kalau kesandung cuek)

PENYEBABNYA?
  1. Genetik
Seringkali anak yg mempunyai gangguan sensori integrasi mempunyai saudara atau orang tua yang mempunyai gangguan yang sama

  1. Pengaruh saat di dalam kandungan
Adanya kandungan kimia, racun/logam berat yg masuk ke janin, Virus yang diderita ibu, stress tinggi saat kehamilan, dll


  1. Prematur
  2. Trauma kelahiran
Operasi caessarn kurangnya oksigen saat lahir
  1. Orang tua yang berlebihan pada anak…kurangnya stimulasi pada anak
Takut kotor, dilarang bermain cat, pasir, dll hingga mengurangi input sensori
  1. Dll
Terapi sensori ini diberikan jika anak mengalami masalah dengan daya sensorik karena alat-alat indera, serabut saraf, dan jaringan sarafnya mengalami gangguan sehingga penyampain  informasi ke otak tidak sempurna. Selain itu untuk memberi STIMULUS (rangsangan), VESTIBULAR (keseimbangan), PROPRIOSEPTIF (gerak, tekan, & posisi sendi otot), TAKTIL (raba), AUDITORI (pendengaran) dan VISUAL (penglihatan). Terapi ini di berikan sesuai kebutuhan individual anak dalam terapi di usahakan anak memberi reaksi yang baik dalam terhadap stimulus. Sedikit demi sedikit  anak diberi aktivitas yang lebih sulit agar dapat mengembangkan proses pengolahan informasi sensorik lebih baik.
Ada system dari indera tersebut yang perlu diperhatikan :
  1. Tactile System (Peraba)
Dari semua sistem, sistem Taktil ini paling luas yang kita miliki dan ini ada di seluruh permukaan kulit. Dengan sistem ini kita bisa merasakan sakit, panas, dingin, dsb. Sistem ini yang pertama berkembang mulai dari janin.

2 Fungsi utama sistem Taktile :
  1. Mempertahankan diri
Dari serangan, dari bahaya, dari rasa panas dan dingin, kemampuan menghindar (proteksi diri), dll
  1. Membedakan
Apakah benda tersebut berbahaya atau tidak bagi kita, jarak yang diperhitungkan saat mendapat ancaman (jatuh / melakukan gerakan denganb prediksi tertentu...seperti berlari dan mengindar dari benda sekitar)

Kelebihan Sensori pada Taktil (Hypersensitive) :
Seharusnya mendapatkan input yang normal tetapi yang dia dapatkan menyakitkan. Respon berbeda.
Contoh :
- Bila anak dipegang secara halus justru merasakan sakit yang luar biasa seperti nyeri pada kulitnya
-       Tidak suka memakai baju yang ada label dibelakangnya, baju lengan panjang
-       Tidak suka disisir pada anak wanita
-       Memakai pembalut pada anak wanita
-       Bahan baju tidak sembarangan (bukan karena anak memilih, namun karena tidak nyaman menyentuh kulitnya)
-       Tidak suka potong rambut (sakit demam)


Kekurangan Sensori pada Taktil (Hyposensitive)
Seharusnya mendapatkan input yang normal tetapi yang dia dapatkan tidak merasakan apapun.
Contoh :
-       Anak yang berbaris, tiba-tiba memukul temannya (padahal niat mau menyapa)àkurang kontrol gerak
-       Berlari atau jalan suka menabrak sesuatu tetapi tdk terasa
-       Makan sampai seputar mulut kotor semua, pilek tidak dibersihkan...tdk masalah
-       Mencoba memegang semua benda yang ada di rumah atau di sekitarnya

Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
  1. Menyikat Badan dengan sikat khusus (bisa dilakukan di rumah...minta terapis mengajarinya) (Hyper dan Hypo)à tekanan dibedakan antara Hyper dan Hypo
  2. Melap badan dengan Spon yang dibasahi dengan air hangat/air dingin....utk kepekaan sensori (Hyper dan Hypo)à Tekanan dibedakan antara Hyper dan Hypo
  3. Pijat/Massage (tekanan dibedakan antara Hyper/Hypo)
  4. Berjalan dengan Telapak tangan
  5. Tidur terlentang di Bola Bobath
  6. Tidur Tengkurap di bola Bobath
  7. Bermain dengan Bola bergerigi
  8. Bermain Playdough
  9. Kombinasi dengan latihan Motorik kasar dan terapi bermain

  1. Vestibular System (Keseimbangan)
Salah satu dari 3 fungsi utama yang letaknya di dalam rongga telinga
Bila kepala kita bergerak yang menerima rangsangan adalah vestibular sehingga kepala kita Pusingà kurang keseimbangan
Ini juga termauk salah satu sistem yang berkembang pada saat masih janin dengan gerakan-gerakan yang dibuat ibu.

Kelebihan Sensori pada Vestibular (Hypersensitive) :
Informasi yang mereka terima diproses secara tidak benar, sedikit bergerak tetapi bagi anak ini merasa berlebihan àmengalami hambatan pada motorik kasar
Contoh :
-          Anak tidak suka bergerak (diam)
-          Tidak suka bermain ayunan
-          Tidak mau bermain prosotan
-          Melangkah dengan ketinggian 5 cm sudah merasa berada di atas gedung
-          Tidak mau naik Lift/Eskalator


Kekurangan Sensori pada Vestibular (Hyposensitive)
Informasi yang mereka terima diproses secara tidak benar, banyak bergerak dan tidak mau diam, Tidak punya perasaan takut dan naik turun tidak jatuh (keseimbangan berlebihan)...mendapatkan sensasi dg aktifitas tersebut
Contoh :
-          Suka memanjat
-          Suka berayun keras
-          Suka berputar di Gelas Putar keras sekali
-          Suka prosotan yang tinggi
-          Naik dan turun lift berulang kali

Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
  1. Berjalan di papan keseimbangan
  2. Berjalan melangkah dari kursi ke kursi (tingkatkan jarak lebarnya dan tinggi kursinya)
Kalau Hyper : dari rendah ke tinggi
                       Lebar dari dekat ke jauh
Kalau hypo : dari Tinggi ke rendah
                      Dari jauh ke dekat    
  1. Tidur terlentang di Bola Bobath (Hyper : ayunan pelan ke keras, hypo :keras ke pelan)
  2. Tidur Tengkurap di bola Bobath (Hyper : ayunan pelan ke keras, hypo :keras ke pelan)
  3. Kombinasi dengan Gerakan Brain Gym

  1. Proprioseptive System
Memberikan informasi kepada kita mengenai badan kita. Perlu mendapatkan input dari sendi-sendinya.

Contoh :
-          Duduk dengan baik tiba-tiba jatuh
-          Kalau berjalan selalu melihat kakinya
-          Jalan berjinjit
-          Suka dipeluk, suka dirangkul/dipeluk kuat, suka diremas
-          Suka menggigit (diri sendiri dan orang lain)
-          Kurang sadar akan ruang gerak

Ini karena sistem tactile yang tidak normal berpengaruh pada sistem Proprioseptive

Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
-          Sikat Badan
-          Lap badan
-          Pijat / Massage
-          Bermain Bola Bobath
-          Mengangkat kursi
-          Mendorong kursi/benda yang diberi beban (galon)
-          Merangkak/Merayap dengan beban di punggungnya
-          Mendorong dinding dengan Tangan dan kaki bergantian
-          Kombinasi dengan Motorik kasar
-           
  1. Auditory System (Pendengaran)
Telinganya sangat peka

Kelebihan Sensori pada Auditory (Hypersensitive) :
-          Suka menutup telinga bila mendengar suara-suara yang tidak disuka
-          Tidak suka dengan suara ramai (kerumunan orang melakukan aktifitasàdi dapur, suara sirene, dll)
Kekurangan Sensori pada Auditory (Hyposensitive)
-          Pendengarannya Lemah kurang peka ---ada Petasan meletus Cuek saja
Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
  1. Kombinasi dengan terapi Musik
Hyper : musik lembut ke keras (volume rendah ke tinggi/rancak)
Hypo : musik Keras ke lembut (rancak/Volume Tinggi ke rendah)
  1. Bermain bisik-berbisik

  1. Penciuman – Pengecapan
Anak yang terlalu sensitive dengan bauà Jangan pakai Parfum, alat kosmetik yg beraroma, suka membau-bau (bau spidol, bensin, dll)
Anak yang terlalu sensitive dengan rasa à susah makan dan memilih2 makanan (maunya yg lembek)/ susah menelanà akibatnya kesulitan berbicara
Mereka bukan peka terhadap jenis makanannya, tetapi terhadap textur makanannya à apakah makanan itu lembut / kasar
Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
  1. Pijat Oral (pengecapan)
  2. Sikat Oral (pengecapan) dengan texture sikat tertentu sesuai tahapannya
  3. Hindarkan dari bau yang tajam à Penciuman (karena berhubungan dengan DIET dan sistem Biomedis di tubuh

  1. Visual
Mata sangat detail, dan sangat peka atau bahkan tidak berespon terhadap sesuatu

Kelebihan Sensori pada Visual (Hypersensitive) :
-          Tidak suka dengan kerumunan orang
-          Tidak suka warna yang mencolok
-          Ruangan harus polos
Kekurangan Sensori pada Auditory (Hyposensitive)
-       Cuek tidak berespon terhadap cahaya
-       Kurang peka terhadap lingkungan sekitar
Yang Perlu Terapis/Orang Tua lakukan :
-          Terapi Snocelenzà gerakan lampu (Hypo : banyak ke sedikit, Hyper : Sedikit ke banyak)
-          Kombinasi dengan Brain Gym (fokus dan konsentrasiàkontak mata)
-          Ruangan diberi distraks..(Hypo : Banyak ke sedikit/ kosong, Hyper : Kosong ke banyak/ berantakan)

Rabu, 26 September 2012

Brain Gym (PACE)

Brain Gym ini adalah Gerakan repatterning yang memerlukan pengulangan dan konsentrasi. Sebaiknya lakukan 3 kali dalam sehari yang disesuaikan dengan rutinitas anak, Misalnya pada saat pagi hari, sesudah mandi, siang hari sesudah istirahat dan sore hari. Selain itu di setiap gerakan juga terdapat pengulangan gerakan.
Namun jangan jadikan kegiatan ini menimbulkan stress pada anak. Sebaiknya gerakan dilakukan dalam keadaan rileks.

Langkah Pertama  dalam Brain Gym meliputi :  PACE (Positive, Active, clear dan Energetic) Positif, aktif, tanggap dan energik.
PACE terdiri atas 4 Gerakan sederhana :

1. MINUM AIR
(untuk usia di bawah 2 tahun ganti air dengan ASI)
Minumlah air putih dalam jumlah yang cukup banyak, yaitu 0.3 - 0.4 liter/10kg berat badan sehari. Bila banyak stress atau berkeringat minumlah air dengan ukuran 0.6 liter/10 kg berat badan.
Minumlah banyak air di antara jam makan dan bukan pada saat makan. Makanan dikunyah sampai mencair di mulut. Pencernaan kurang sempurna bila cairan lambung diencerkan dengan banyak air pada saat sekitar makan (mulai 20 menit sebelum makan hingga 1 jam seudah makan tidak minum)
Makanlah uah dan sayur. Makanan yang telah diawetkan kurang mengandung air, juga juga kopi, soda menunjang dehidrasi tubuh. Makanan yang mengandung air secara alamiah seperti buah-buahan dan sayur mayur menolong untuk kelembaban tubuh termasuk usus.
Tubuh kita terdiri dari + 70% air. air sangat diperlukan sebagai pengantar energi listrik.
Sebuah aktivitas listrik dan kimiawi di otak dan system syaraf pusat tergantung pada kelancaran pengaliran antara otak dan organ panca indera. kemampuan pengaliran ini dapat ditingkatkan dengan minum banyak air.
Tujuan : 
1. meningkatkan komunikasi listrik dan kimiawi antara otak dan system syaraf
2. Menunjang kemmapuan menyimpan informasi dan kesiapan untuk memakainya
3. Meningkatkan kemampuan berkonsentrasi
4. Menunjang koordinasi mental dan tubuh
5. Mengurangi Stress
6. meningkatkan semua keterampilan yang diperlukan untuk belajar.


2. SAKELAR OTAK
Tujuan : 
1. Koordinasi dua belahan otak
2. Meningkatkan lancarnya pengaliran darah ke otak (zat asam ke otak)
3. Meningkatkan keseimbangan badan, misa. sebelum gerakan silang
4. Meningkatkan kerjasama kedua mata dan dapat mengurngi juling
5. Meningkatkan penerimaan zat asam di otak
6. Melancarkan Pengiriman informasi dari otak aknan ke sisi tubuh kiri dan sebaliknya
7. Meningkatkan penglihatan
9. Menunjang kemampuan membedakan huruf
10. Bila membaca tetap dalam baris

Waktu: 20 - 30 detik

Keterangan : Pijatlah dua titik/lekukan di bawah tulang selangka, kiri kanan dari tulang dada dan tangan lainnya diletakkan di daerah pusar.

Saklar otak yang lain  : digosok bagian bibir bagian atas dan bawah dengan jari telunjuk dan jari tengah sambil
1. Memegang daerah pusar
2. Menggososk tulang ekor
3. Menggosok daerah pusar dan Tulang ekor

Tangan di pusar menyeimbangkan impuls-impuls yang berhubungan dengan telinga bagian dalam dan berpengaruh pada kemampuan belajar.

Untuk orang/anak yang punya riwayat kejang dan hiperaktif saklar otaknya : Tangan kiri pegang pusar, telunjuk dan jari tangan kanan pada titik sebelah kiri meridian ginjal 27
Tangan kanan pegang pusar, telunjuk dan jari tangan kriri pada titik sebelah kanan meridian ginjal 27.




3. GERAKAN SILANG
Tujuan
1. Meningkatkan kesadaran tubuh
2. Menghilangkan stress
3. Pikiran jadi jernih
4. Daya ingat dan daya pikir meningkat
5. Merangsang kelancaran cairan otak
6. Meningkatkan koordinasi tubuh
7. Mempemudah belajar
8. Menyeimbangkan emosi
9. Mengatur tekanan darah
10. Meningkatkan penglihatan dan pedengaran
11. Melancarkan pencernaan
12. Meningkatkan energi tubuh
13. Meningkatkan IQ
14. Menghilangkan kekakuan
15. Meningkatkan kesadaran akan kesehatan
16. Meningkatkan rasa gembira
17. Mengaktifkan kedua belahan otak
18. Menunjang hal dalam menulis, mendengar dan pemahaman tentang bacaan
19. Meningkatkan koordinasi kiri dan kanan
20. Mempermudah koordinasi

Waktu  : + 3 menit

Cara : Tangan/ Siku kiri menyentuh lutut kanan (Tangan kanan relaks disamping badan), dan sebaliknya.
Banyak jenis Gerakan silang dibuat.

Bila anak masih melakukan gerakan satu sisi (homolateral) maka pengaruhnya anak akan kesulitan membaca/menulis.

NB : Untuk anak yang belum mampu gerakan silang jangan diberikan terlebih dahulu. Berikan homolateral baru pelan-pelan dicoba untuk gerakan silang dan disesuaikan dengan ketukan. (Jangan cepat2) --> Utk ADHD dan Epilepsi

Belahan otak kanan mengontrol belahan tubuh kiri dan sebaliknya. Gerakan merangkak sangat menunjang dan mengarahh pada koordinasi kiri dan kanan.



4. KAIT RILEKS (HOOK UPS)
Tujuan : 
1. Pemusatan secara emosional 9mengurangi kepekaan yang berlebih)
2. Lebih relaks
3. Perhatian seksama
4. Keseimbangan jasmani dan koordinasi
5. Lebih Percaya diri
6. Pernapasan lebih baik
7. Meningkatkan kemampuan menghadapi tantangan, mis : ujian/tes

Waktu :  Bag I : + 1 menit
               Bag II : + 1 menit

Cara Bag I :
duduk, berbaring atau berdiri silangkan kaki ki di atas kaki ka & tangan ki di atas tangan ka dengan posisi jempol ke bawah jari-jari kedua tangan saling menggenggam, kemudian tarik kedua tangan kea rah pusar dan terus ke depan dada. tutuplah mata dan tarik napas mendalam sambil relaks. pada saat menarik napas melalui hidung, lidah ditempelkan ke langit-langit mulut 1 cm di belakang gigi. pada waktu membuang nafas panjang melalui mulut, lidah dilepaskan lagi.

Bag II:
Setelah bag I selesai kaki ditempatkan bersebelahan. ujung-ujung  jari kedua tangan disambung dengan halus sambil meneruskan pernafasan mendalam.

Catatan :
Posisi tangan dan kaki dalam bentuk  angka 8 bag I sesuai dengan aliran energi dalam tubuh. menyentuh ujung-ujung jari tangan bag II menyeimbangkan dan  menghubungkan dua belahan  otak. ditambah  dengan menepatkan lidah di langit-langit mulut, maka perhatian dipusatkan pada otak bagian tengah. emosi di dalam system limbis di hubungkan dengan otak bagian dahi sehingga orang lebih seimbang secara emosional dan lebih  mampu menyesuaikan dengan tuntutan belajar.



PACE : Sebaiknya dibuat tiap pagi sebelum pelajaran dimulai dan setiap saat bila diperlukan perhatian dan konsentrasi.

Brain Gym


Setiap orang tua menginginkan anak berdaya pikir kuat. Untuk itu orang tua berlomba-lomba menemukan metode atau cara baku bagaimana meningkatkan kualitas intelegensi anak. Pada dasarnya tidak ada satu metode pun yang dapat menjamin 100% anak menjadi cerdas. Namun langkah paling tepat selain memberikan nutrisi adalah memberikam stimulasi yang optimal dan tepat, salah satunya dengan mengajak anak bergerak. Pergerakan tubuh tak hanya mendorong anak aktif bereksplorasi atau bermanfaat bagi fisiknya, melainkan juga menstimulasi saraf otak anak.

Paul E-Dennison menciptakan Brain gym dikarenakan adanya suatu sistem EDU-K yang memberdayakan semua orang yang belajar tanpa batas umur dengan menggunakan aktivitas gerakan-gerakan untuk menarik keluar seluruh potensi seseorang. 
Sedangkan Brain Gym ini yaitu pembaharuan pola bergerak untuk dapat membantu mengoptimalkan kemampuan belajar anak dengan meningkatkan pengaliran energi (vitalitas) ke otak .

Persepsi selama ini hanya timbul bahwa otaklah yang mengendalikan semua bagian tubuh. Namun justru dengan bergerak juga memberikan efek stimulan pertumbuhan syaraf.

BRAIN GYM
Apa Itu Brain Gym?
  • Brain Gym adalah Serangkaian latihan gerak sederhana untuk memudahkan kegiatan belajar da penyesuaian dengan tuntutan sehari-hari 

  • Inti dari “Educational Kinesiology” (EDU-K) 
    Education (Inggris) berasal dari kata latin “educare” à menarik keluar
    Kinesiology berasal dari kata YUNANI “Kinesis” à Ilmu tentang gerakan tubuh manusia

  • Jadi Brain Gym : Menarik keluar potensi yang terpendam melalui gerakan tubuh

  • Metode belajar yang dikembangkan oleh paul E. Denisson, Dr. Phill, seorang pendidik dan pelopor dalam penerapan penelitian ota, bersama dengan istrinya Gail E. Denisson, mantan penari. Mereka member seminar, ceramah dan pelatihan mengenai Edu-K di banyak Negara dan telah menulis beberapa buku tentang Brain Gym. 


Kenapa Brain Gym diperlukan?
§  Orang yang sulit belajar berusaha terlalu keras sehingga terjadi stress di otak 
§  Mekanisme kerja otak melemah sehingga bagian-bagian otak tertentu kurang berfungsi 
§  Informasi yang diterima di otak bagian belakang sulit diekspresikan sehingga orang merasa kurang berhasil dan stress yang mengakibatkan semangat belajar atau bekerja kurang 
§  Orang yang kurang belajar dan berusaha, prestasinya statis bahkan menurun dan perasaan tidak berhasil semakin bertambah sehingga sulit untuk keluar dari lingkaran negative itu. 

Bagaimana Brain Gym menunjang kemampuan belajar dan bekerja ?

§  Melalui test otot dicari tahu hambatan-hambatan di tubuh yang berpengaruh pada kemampuan belajar dan daya tangkap.
§  Brain Gym membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat sehingga seluruh kegiatan belajar/bekerja berlangsung dengan menggunakan seluruh otak à “Whole Brain Learning”

Akibatnya :

§  Stress emosional berkurang dan pikiran lebih jernih

§  Hubungan antar manusia dan suasana belajar/kerja lebih rileks dan senang

§  Kemampuan bahasa dan daya ingat meningkat

§  Orang jadi lebih bersemangat, lebih konsentrasi, lebih kreatif dan efisien

§  Orang merasa lebih sehat karena stress berkurang

§  Prestasi belajar dan bekerja meingkat
Makun seorang bergerak dengan lincah makin ia mampu belajar

Tiga Dimensi Otak sesuai Edu-K
Otak sebagai pusat kegiatan tubuh akan mengaktifkan seluruh organ dan system tubuh melalui pesan-pesan yang disampaikan melewati serabut syaraf secara sadar maupun tidak sadar. Pada umumnya otak bagian kiri bertanggung jawab untuk pergerakan bagian kanan dan sebaliknya.

GERAKAN ADALAH PINTU MASUK BELAJAR



Senin, 06 Agustus 2012

Tips Mengatasi Bully


Kutipan Tweets dari Pak Dono Baswardono, AISEC, MA, PH-D, tentang tips mengatasi bully

1. Atasi #bullying bisa sulit, tapi tegaskan kpd anak: Tak ada yg salah dg dirimu. Yg bermasalah adlh yg menggertakmu. Kau berhak merasa aman.

2.Katakan kpd anak korban #bullying: Kau memang berbeda dari teman2mu. Kau musti bangga akan keistimewaanmu. Ibu/ayah juga bangga!

3.Katakan kpd anak korban #bullying: Kia Kaha (berdirilah dg kuat). Bahasa Maori, spt yg biasa diucapkan saat atlet Maori hendak bertanding :

4.Sarankn kpd korban #bullying utk habiskan waktu dg teman2nya. Why? Krn pembuli nyaris tak pernah memilih anak yg suka berkumpul/berkelompok.

5.Tips utk korban #bullying: "Begitu mrk menggertakmu, abaikan saja, beritahu mereka untuk berhenti, lalu berjalan menjauh."

6.Jika seseorang gertakan Anda, Anda selalu harus memberitahu orang dewasa yang dapat Anda percaya.

7. Tips utk korban #bullying: "Kau bukan pengadu. Tapi kau berhak untuk merasa aman dan org dewasa bisa menghentikan bullying itu.

8. Tips utk korban #bullying: siapa org dewasa yg bisa kau percaya? Itu bisa guru, kepala sekolah, ortu, ortu teman, dll.

9. Tips utk korban #bullying: "Jika kau sulit berbicara, tuliskan saja apa yg telah terjadi pd dirimu & berikan kpd org dewasa yg kau percayai.

10. Apakah CALON korban #bullying bisa dikenali (untuk mencegah bullying)? Bisa! Sekolah/konselor musti lakukan tes "kepekaan pada penolakan." Semua anak/remaja ingin diterima oleh teman2nya, ingin masuk di kelompok populer. Mereka takut ditolak. Ini jadi senjata pelaku.Pelaku #bullying menggunakan "diterima-ditolak masuk ke dlm kelompok populer" sbg hadiah atau hukuman bagi korban. Tes "kepekaan pd penolakan" bisa identifikasi tingkat ketakutan anak thd penolakan masuk klmpok populer. Makin takut, makin rentan #bullying

11. Ringkasnya, apa yg bisa dilakukan ortu agar anaknya tak jadi korban #bullying? Jadikan ia anak yg PD, mandiri dan suka bergaul. Caranya? ;)
Tips mudah bikin anak PD, mandiri & suka gaul agar tak jadi korban #bullying: jadikan diri Anda & pasangan org yg PD, mandiri & suka bergaul!

Minggu, 05 Agustus 2012

Mengatasi Kebiasaan Mengompol


MENGATASI kebiasaan mengompol pada anak bukanlah hal yang mudah. Diperlukan kerja sama antara orangtua, anak, dan dokter. Selain itu, perlu kebijaksanaan, kesabaran, dan pengertian orangtua.
Begitu banyak keluhan dari para orangtua yang mengkhawatirkan dengan kebiasaan mengompol anak mereka. Apalagi, anak tetap mengompol setelah melewati usia 6–7 tahun. Tentunya akan menjadi suatu pertanyaan besar bagi orangtua.
Sebenarnya apa itu mengom pol? Dan mengapa hal itu terjadi dan bagaimana melatih mereka agar tidak lagi mengompol?
Mengompol istilah kedokterannya adalah enuresis, yaitu mengeluarkan air seni secara tidak sadar saat tidur pada usia yang seharusnya sudah dapat mengendalikan keinginan buang air kecil. Terkadang definisi mengompol juga digunakan untuk menyebut anak yang gagal mengontrol pengeluaran urine saat mereka dalam keadaan terjaga.
Sebenarnya, pada remaja dan orangtua mengompol juga sering terjadi. Namun bagi anak, mengompol sering merupakan hal yang sangat memalukan. Sedangkan bagi orangtua, hal ini dapat merupakan pengalaman yang menjengkelkan.
Lebih dari 50 juta anak-anak di seluruh dunia berusia 5–15 tahun masih mengompol. Satu dari empat anak tetap mengompol saat usia mereka 3,5 tahun. Sedangkan pada usia lima tahun, satu dari lima anak masih ngompol di tempat tidur dan pada usia enam tahun turun menjadi satu dari 10 anak. Biasanya enuresis akan berhenti ketika anak mencapai usia pubertas. Anak laki-laki lebih banyak yang mengompol dibanding anak perempuan.
“Ini merupakan masalah tersembunyi masa kanak-kanak karena orang cenderung untuk tidak berbicara tentang hal itu di luar rumah, sehingga sebagian besar anak-anak berpikir mereka satu-satunya yang dengan masalah,” kata dokter anak dari Washington DC, Amerika Serikat dan penulis buku ”Waking Up Dry” dr Howard Bennett.
Bennett menyebutkan jenis mengompol dibagi dua. Mengompol primer yakni mengompol sejak bayi dan mengompol sekunder yakni kembali mengompol setelah anak tidak pernah mengompol lagi selama minimal enam bulan. Penyebab mengompol primer disebabkan adanya keterlambatan proses pematangan sistem saraf pada anak, di mana adanya ketidakmampuan otak untuk menangkap sinyal yang dikirimkan kandung kemih, gangguan hormonal, kelainan anatomi.
Misalnya kandung kemih yang kecil dan tidur yang sangat dalam sehingga anak tidak terbangun pada saat kandung kemih sudah penuh. Sedangkan penyebab dari mengompol sekunder bisa karena infeksi saluran kemih, gangguan metabolisme (kencing manis usia dini), gangguan saraf tulang belakang, tekanan yang berlebihan pada kandung kencing, terutama disebabkan gangguan pengeluaran kotoran sehingga akumulasi kotoran pada usus besar akan menekan kandung kencing.
Bahkan, keadaan stres juga dapat memicu terjadinya mengompol sekunder. Memang dahulu kebiasaan mengompol dianggap sebagai masalah psikologis. Namun, sekarang diketahui bahwa faktor biologis memegang peranan lebih besar. Dapat dipastikan juga, hal tersebut menurun dalam keluarga.
Lebih dari 75 persen anak-anak yang mempunyai orangtua dengan masalah mengompol, juga akan mempunyai masalah yang sama.
“Cerita soal masalah genetika ini kepada anak akan membuat hatinya lebih baik,” saran Bennett.
Mengompol dapat juga merupakan gejala dari suatu penyakit serius seperti kencing manis atau infeksi saluran kemih, terutama bila terjadi pada anak yang sebelumnya tidak pernah mengompol. Mengompol bukanlah merupakan kesalahan anak. Sayangnya, beberapa orangtua masih berpikir bahwa mengompol berasal dari kurangnya disiplin, dan dapat disembuhkan dengan hukuman.
Hal ini, terang Bennett, sangat jauh dari kebenaran. Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 25 persen orangtua menghukum seorang anak atau menunjukkan ketidaksetujuan yang signifikan saat anak mengompol karena mereka pikir itu kesalahan anak.
Yang harus dilakukan orangtua jika anak mengompol adalah bersikaplah sewajarnya, jangan menunjukkan rasa jengkel, marah, atau bahkan panik.
Bicarakan baik-baik dengan si anak. Ada banyak kasus di mana anak berhenti mengompol setelah diajak bicara dari hati-hati. Beri dukungan kepada anak, ini adalah tindakan terpenting.
Jangan sekali-kali mempermalukan anak atau membandingkan dengan anak lain, malah bila si anak berhasil tidak mengompol berilah dia hadiah dan pujian tentang keberhasilannya di hadapan banyak orang, agar dia semakin termotivasi.
Minta anak Anda mengganti seprei serta pakaian tidurnya pada malam hari, bila anak tersebut sudah bisa melakukannya. Atau letakkan sebuah alas karet yang berlapiskan kain di dekat tempat tidur, sehingga anak dapat menutupi seprei yang dibasahinya. Lalu, pasanglah jam alarm yang akan berbunyi 2–3 jam setelah anak tertidur, jadi dia dapat terbangun untuk pergi ke kamar mandi.
Selain itu, pastikan anak Anda buang air kecil sebelum ke tempat tidur. Doronglah anak untuk mengikuti instruksi dari seorang dokter, seperti latihan pelemasan kandung kemih atau latihan menahan keluarnya air seni atau latihan modifikasi perilaku. Kalau perlu, belilah sebuah alarm antimengompol yang cocok untuk anak berusia lima tahun ke atas.
Alarm ini memiliki sensor kelembapan yang dikenakan langsung pada pakaian dalam. Pada tetes cairan pertama, sebuah bel akan mendengung, membangunkan si anak. Secara berangsur- angsur anak belajar untuk bangun ketika mereka merasa ingin buang air kecil.
Yang perlu juga diperhatikan oleh orangtua adalah, mengompol ini bisa sembuh sendiri. Seorang anak pengompol membutuhkan kesabaran, semangat, ketelatenan, dan keyakinan dari orangtua bahwa masalah tersebut hanya sementara. Biasanya antara usia 7–12 tahun sering terjadi kesembuhan, dan sedikit saja anak yang terus mengalaminya sampai remaja.
Satu hal menarik, pemberian air susu ibu (ASI) dapat mencegah mengompol yang berkelanjutan pada anak. Sebuah studi yang diterbitkan Journal of the American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa bayi yang tidak minum ASI lebih cenderung mengompol dibanding bayi yang diberi ASI.
Penelitian dari Robert Wood Johnson Medical School, New Jersey, Amerika Serikat menyatakan selain kaya akan gizi yang penting bagi pertumbuhan bayi, ASI juga mengandung asam lemak yang bisa memperbaiki dan mempercepat pertumbuhan otak, sementara mengompol itu sendiri terjadi karena terhambatnya pertumbuhan syaraf otak (delayed neurodevelopment).
Dari hasil studi yang dilakukan pada 55 anak usia 5–13 tahun yang masih mengompol dan 117 mereka yang tak pernah mengompol, menunjukkan persentase mengompol pada anak yang mengonsumsi susu formula sekitar 81 persen, sementara mereka yang secara rutin mendapat ASI hanya 45 persen.
Namun, yang paling mengagumkan dalam studi ini adalah bayi yang mengonsumsi baik susu formula maupun susu ibu justru mengalami hasil yang sama dengan bayi yang hanya mendapat susu formula tanpa ASI. Selain mencegah mengompol, ASI diketahui juga manjur untuk menurunkan risiko diare, infeksi pernapasan, infeksi telinga, dan infeksi lain yang terjadi pada bayi.
sumber: okezone.com, (Koran SI/Koran SI/tty)