Rabu, 30 Januari 2013

Kegiatan Seputar di rumah











KEGIATAN SEPUTAR DI RUMAH

·         Menggambar Bebas
·         Main puzzle dari sederhana sampai tingkat tinggi
·         Mencari jalan keluar dari Labirin
·         Melihat album lama dan bercerita sederhana
·         Menonton film
·         Membuat gambar dengan bantuan penggaris yang tengahnya ada berbagai bentuk
·         Bermain Puzzle bentuk-bentuk geometri
·         Mewarnai berbagai bentuk geometri dengan spidol, krayon, cat air, dll
·         Bercerita lewat gambar yag ada di hadapannya
·         Bermain Balok-balokan
·         Membaca
·         Menulis kreatif seperti buku harian
·         Mengobrol dan mendengarkan obrolan orang lain
·         Sering bertanya
·         Menceritakan kembali suatu peristiwa
·         Memahami isi pembicaraan dengan cepat
·         Mengajak ke toko buku
·         Belajar Komputer
·         Mendalami suatu bacaan dengan 5 W dan 1 H (siapa, dimana, dengan apa, mengapa, apa, bagaimana)
·         Mengajari anak menyusun urutan kegiatan melalui permainan kartu
·         Mengajari anak menyusun urutan kegiatan dalam barisan kalimat
·         Mengajari anak menyusun resep untuk makanan favoritnya
·         Mengajari anak menyusun kalimat untuk cara membuat suatu makanan / minuman
·         Mengajari anak mencari ide untuk membuat cerita pendek (tokoh dan karakter)
·         Berhitung bersama, misalnya jari tangan, kaki, pensil, krayon, spidol, sendok, dll.
·         Mengelompokkan objek menurut kategori misalnya mainan pesawat, mainan bola, mainan mobil, dll
·         Menata Meja makan
·         Mewarnai Bentuk
·         membandingkan Ukuran
·         Mengajarkan Pola, misalnya : dalam menata balok, bersusun, meronce sedotan, dll
·         belajar menggunakan kata matematis, benyak sedikit, besar, kecil, sedang, dll
·         Mencari tau cara kerja suatu barang
·         Mengajak kegiatan di luar  ruang, misalnya : Jalan perlahan, jalan cepat,, jalan sambil membuat peta, dll
·         Membuat Peta atau buku catatan brwarna supaya memudahkan belajar
·         Mengetik menggunakan komputer, kalkulator, supaya jari anak selalu bekerja. Kalau ia mengetik di komputer, dukunglah ia bereksperimen dengan berbagai huruf. Bisa juga untuk hiasan di pintu kamarnya
·         Bermain boneka tangan
·         Field Trip ke Supermaket, Pasar, toko Buah
·         Belajar Main Yoyo
·         menyanyi di luar kepala dengan kata-kata jelas, bergumam, dengan mengetuk dan menepuk meja
·         menyanyi dengan teks lagu yang disiapkan
·         menyanyi dengan mengisi titik lirik lagu yang belum lengkap
·         Belajar memainkan alat musik (keyboard, Pianika, gitar, Suling)
·         mengikuti irama lagu dengan alat musik sederhana (marakas, botol plastik diisi beras, tamborin)
·         Mendengarkan lagu baru dan emnghafal iramasambil menggerakkan badan (bisa dengan lagu yang slow, atau lagu yang rame)
·         Menyanyi dengan duet bersama ibu, bapak atau kakak
·         Menyanyi bergiliran
·         menyanyi bersama pada bagian refrain
·         Mnyanyi dengan cara susul menyusul (setelah kalimat kedua selesai, penyanyi lain masuk dari kalimat pertama)
·         Berdansa berpelukan dengan anak mengikuti lagu slow, seperti dansa waltz
·         Ciptakan lagu-lagu  sendiri untuk penghantar anak cuci kaki ketika mau tidur malam
·         Membawa alat masak/alat dapur menjadi sarana bermain musik. Centong dijadikan pemukul panci sebagai ganti drum.
·         Musik membawa relaksasi buat anak, jadikan musik sebagai bahan hiburan anak.
·         diskusi mengenai suatu hal, misalnya banjir,. Tunjukkan gambar banjir dari surat kabar, internet, google Image, koleksi majalah
·         Kerja kelompok dalam keluarga, bersama teman sebaya, dll
·         Membuat interaksi dialog
·         mengajak anak bersosialisasi dengan orang lain (dengan usia yang sebaya, lebih kecil, lebih besar, orang tua, dewasa)
·         Mengajari cara berteman lewaqt cerita sosial
·         Mengajari anak peduli dengan sesama, dengan cara memasak untuk anak-anak jalanan, mengunjungi panti asuhan, dll
·         Mengajak teman sebaya anak untuk berolah raga bersama
·         Mengajari anak bermain board game (berbagai bentuk permainan yang menggunakan papan, seperti ular tangga, halma, catur, monopoli, dll)
·         Mengajari anak mempunyai empati terhadap sesuatu/seseorang yang sedang mengalami suatu hal
·         Mengajari anak memikirkan hal baik yang telah dilakukan sepanjang hari (minimal 2)
·         Mengajak anak menambah hal baik lain untuk esok hari
·         Mengajari anak mengenal waktu (pagi, siang, sore dan malam hari)
·         Memancing anak bercerita tentang pengalaman yang menyenangkan, menyedihkan
·         Memancing anak bercerita tentang sekolahnya sepanjang hari ini
·         Mengajak anak mempunyai gambaran akurat dan positif tentang dirinya (rajin, tepat waktu, pandai)
·         Mengajak anak menuliskan harapan dan cita-cita (dalam jangka pendek, menengah panjang)
·         mengajak anak menulis data tentang dirinya (semacam otobiografi) dengan membongkar fotonya ketika bayi, dst
·         Mengajari anak menulis jurnal harian, kegiatan  perasaan dan saat yang berkesan baginya
·         Melakukan hobinya seperti membuat prakarya, menghias kamar, dll
·         Mengajak anak membaca autobiografi dari orang terkenal
·         Piknik di alam bebas
·         Mengamati seputar tanaman di halaman rumah
·         Mengumpulkan aneka daun yang berbeda bentuk di dalam satu buku tebal (seperti buku kuning telepon)
·         Mengoleksi aneka daun yang dikeringkan
·         Mengklasifikasikan binatang (berkaki dua, berkaki empat, burung, ikan)
·         berkunjung ke museum
·         Berkunjung ke kebun binatang
·         Berkunjung ke pet shop
·         Memelihara binatang peliharaan
·         berkemah di dalam kamar mandi/ di dalam rumah/ di teras/ di halaman rumah
·         Mengajak berinteraksi dengan binatang lain di area yang lebih besar (misalnya ke peternakan kuda, ke peternakan ayam, ke peternakan kelinci)
·         Mengoleksi buku bertema alam, binatang dan tumbuhan
·         Menonton tayangan seputar alam di televisi, vcd, dvd
·         Menyiram Tanaman
·         Memindahkan lokasi tanaman dari pot ke tanah di bawah jendela kamar
·         Menguras aquarium / kolam
·         Membeli aneka koleksi ikan untuk dipelihara di aquarium

DIET


DIET
Beberapa Pertanyaan seringkali kita dengar adalah :
1. Siapa saja yang harus melakukan Diet?
2. Perlukah Diet itu?
3. Sampai Kapan Anak Diet?
4. Apakah Hubungan Diet dengan Perilaku
5. Bila Anak diet, bagaimana dengan vitaminnya atau kebutuhan asupan yang lainnya?
6. Sudah menjalani diet tetapi kok alergi pada makanan yang boleh dikonsumsi, lalu makan apa?
Diet Pada Anak Autis bukan hanya mengurangi volume makanan saja melainkan mengurangi bahkan menghilangkan bahan makanan tertentu yang menyebabkan mencuatnya perilaku setelah anak mengkonsumsi makanan tersebut. Beberapa anak dengan mengkonsumsi Roti Tawar akan meningkat Hiperaktifnya, tidak bisa diam dan susah dikontrol, kurang Konsentrasi dan tidak Fokus. Beberapa Anak dengan minum Susu Sapi maka menjadi susah BAB, Atau BAB-nya Keras. Begitu pula dengan Gula…beberapa anak akan suka tetawa dengan sendirinya tanpa sebab, bahkan susah mengendalikan emosinya. Marah tanpa sebab, Tantrum, Menangis tiba-tiba lalu dengan cepat tertawa tiba-tiba dan bisa menangis lagi.
DIET : Banyak Orang Tua sudah Mendengar, Tahu, Ingin, Mengerti
Mengapa Harus Diet? Karena ada :
1. Gangguan Pencernaan :
- Sulit Buang air Besar
- Diare
- Bentuk Tinja yang tidak bagus
- Frekuensi BAB (tidak konsisten/kontinyu)
2. Gangguan Kesehatan yang terus menerus (Batuk, pilek, radang tenggorokan, dll)
3. Gangguan Konsentrasi
4. Gangguan Perilaku (Hiperaktif, Kepatuhan)

Apa yang harus Dikurangi bahkan Dihapuskan?
GLUTEN
Gluten dan Protein gluten ditemukan dalam GAndum, Rye, Barley, Bulgar, Kamut durum. Juga ditemukan beberapa cuka, kecap, saus teriyaki, perasa, warna buatan, pewarna, Roti -> Kue, Biskuit
Gluten jika tercampur air akan berubah menjadi bahan yang lengket seperti lem
Dalam Pencernaan lem ini mempersulit pencernaan dan penyerapan nutrisi. Bila sudah pekat dan sulit dicerna, Gluten merangsang pertumbuhan bakteri jahat yang menimbulkan gas, sembelit, kembung dan diare.
Gluten dalam Roti sebagai protein yang elastic, sehingga roti dan kue mempunyai struktur yang empuk/renyah.
KASEIN
Protein yang ditemukan dalam susu dan makanan yang mengandung susu seperti keju, krim, mentega, yoghurt, es krim dan beberapa merek margarin.

Beberapa dokter, orang tua dan peneliti mengatakan bahwa anak-anak lain telah menunjukkan perbaikan dramatis dalam kemampuan bicara dan perilaku setelah zat tersebut dihilangkan dari diet mereka. Beberapa juga melaporkan bahwa anak-anak mereka telah mengalami diare sejak memulai diet bebas gluten dan kasein. Penyandang autis menurut salah satu teori tidak bisa mencerna Gluten dan Kasein yang membentuk Peptida, atau zat yang bertindak seperti opiate dalam tubuh mereka. Dari Peptida ini mengubah perilaku seseorang, persepsi dan pemahaman terhadap lingkungan. Para peneliti di AS dan EROPA telah menemukan Peptida dalam urine dan sejumlah besar penyandang autis. Nah Peptida (Serpihan yang tidak tercerna dengan sempurna) ini harusnya dibuang melalui urine. Namun pada penyandang autis, sebagian besar peptide ini diserap kembali melalui usus, masuk aliran darah, menembus dinding pemisah otak dan masuk ke jaringan otak (Leaky Gut)
Di Otak,Peptida disergap OPIOID (bahan kimia yang bekerja dengan mengikat reseptor opioid yang ditemukan terutama di system saraf pusat dan saluran pencernaan) dan berubah menjadi morphin lebih bahaya dari morphin yang dikuonsumsi orang dewasa. Yaitu Casomorphin dan Gluteomorphin. Fungsi Otak menjadi kacau dan terkena adalah Fungsi Kognitif, Reseptif, Atensi dan Perilaku.
Tanda Peptide yang tinggi dalam tubuhnya :
1. Mengalami rasa sakit
2. Susah buang air besar
3. Pupil mata mengecil
4. Cara berjalan perlahan
5. Lemahnya penglihatan di malam hari
6. Pernapasan melambat
7. Tidak merasakan sakit takut lapar dan dingin

Itulah sebabnya mengapa jika kita menghilangkan makanan yang menghasilkan peptide, gejala akan mengihilang
Dari berberapa penelihan pemberian diet tanpa gluten dan kasein ternyata memeberikan respon yang baik terhadap 81% anak autisme.
Susu kedelai juga memiliki peptide yang tinggi dalam urin mereka
Jadi pada berapa anak yang alergi susu sapi lalu menggantinya dengan susu kedelai memang bisa mengurangi masalah pencernaan. Namun banyak anak berkebutuhan khusus autis, semakin lama terlihat hiperraktif , tidak patuh dan susah focus. Itu efek dari morphin yang disebabkan karena kedelai meninggi.

Untuk menegetahui di lakukan tes..
1. tes alergi à diambil sampel darah
2. tes gliaodorphin dan casomorphin





Masalah lain dari pencernaan :
Jamur dan bakteri
Tanda fisik anak memiliki jamur berlebihan di saluran cernanya :
1. Lidah putih
2. Napas berbau
3. Kentutnya bau
4. Eenya bau
5. Anusnya merah
6. Perutnya kembung, banyak gas
7. Keputihan pada wanita (anak, remaja dan dewasa)
Mengapa anak berjamur :
1. Karena sering minum autibiotik, sehingga bakteri baik terbunuh
2. Banyak makan gula manis pemanis masih menelan odol,hobi makan kecap ,dll
3. Karena sering sakit à jamur membuat toksin yang melemahkan system kekebalan tubuh kita menurun, sehingga sering di serang peradangan dan infeksi (batuk,flu,demam dll)

Selain gluten dan kasein maka yang kita harus stop adalah GULA. STOP GULA !!!!
Gula dipakai untuk jamur menjadi berkembang biak selain itu gula jadi energy baru untuk meningkatkan hiperaktif

Bagaimana bisa tahu kalau kebanyakan casein, gluten? Dilihat dari bentuk tinja-nya atau juga ada hal-hal lain yang mempengaruhi.


TUHAN MELIHAT USAHA MANUSIA.
JANGAN BERHENTI BERDOA,TETAP BERUSAHA DAN SELALU ADA HARAPAN UNTUK KITA SEMUA
TUHAN MEMBERKATI

Kamis, 10 Januari 2013

5 Hal menuju kemandirian



5 Hal yang perlu diajarkan pada Para Spesial kita agar dapat mandiri :
1. Kebersihan diri
2. Mengenali makanan sehat
3. Mempelajari Norma dan Nilai Masyarakat
4. Sosialisasi
5. Pendidikan Kognitif
1. Kebersihan diri
Mandi sendiri, berpakaian sendiri, makan sendiri, kebersihan tubuh, cara menggososk gigi, cara menggosok badan dengan sabun, membilasnya dengan air, membersihkan telinga, memotong kuku, masuk rumah kaki harus bersih, menyapu, mencuci baju, mencuci piring, dll
2. Mengenali makanan sehat
Membedakan makanan cepat saji dan makanan dengan memasak sendiri, mengajari memasak, mencuci sayuran dan ikan, menanak nasi, perbanyak membaca buku tentunya sdh dengan pemahaman, visualkan, ajak ke pasar, memilih bahan yang segar, dll
3. Mempelajari Norma dan Nilai Masyarakat
Mengajari sopan santun dalam bertamu, membedakan kepemilikan (milik siapa, rumah siapa, benda siapa, dll) tata cara bertamu, pemahaman tentang menghargai, pembedaan anak kecil dan orang dewasa –> perlakuan yang tepat. cara berkendara, memahami peraturan lalu lintas dan rambu-rambu, pemahaman aturan-aturan tentang buang sampah, dilarang kencing sembarang tempat, Maaf dan memaafkan, Berdagang/jual beli, aturan di tempat2 seperti di rumah sakit, Bank, toko, kuburan, gereja,dll. Berbicara dengan suara pelan ketika berkomunikasi, berbicara dengan suara keras saat memanggil seseorang dr kejauhan, kepada siapa boleh membentak. dll
4. Sosialisasi
Mengetahui tentang pertanyaan sederhana, saling menyapa, belajar berkelompok, bermain berkelompok, Berbagi, percakapan saat sedang menunggu antrian, berkenalan, dll
5. Pendidikan Kognitif
Adalah pendidikan yang diberikan kasus per kasus berdasarkan topik. Misalnya ketika sedang naik pesawat, pada anak di berikan pembekalan  bagaimana proses naiknya, mengurus bagasi, menunjukkan tiket hingga sampai pada turunnya. Pembekalan kognitifnya adalah lewat pertanyaan seperti “Bagaimana seandainya saat mau naik pesawat tiket ketinggalan? Bagaimana seandainya bagasi hilang apa yang harus dilakukan? kemudian kembangkan dengan pertanyaan-pertanyaan berikutnya…

Jumat, 30 November 2012

Remaja dengan Autisme


Puji Tuhan...PSG Surabaya telah selesai mengadakan Sharingnya yang ke 5 dengan Topik : "Bagaimana Mempersiapkan Pubertas terhadap Anak Autis" Terima kasih untuk semua yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, Bu Any Sonata...ada beberapa saya kutip dari LRD dan juga CD Mirror 2 Mirror, para orang tua dan juga telah hadir diantara kita Bapak Gedhe (Ayah dari ABHY..yang telah bersama dengan kami memberikan ilmunya dalam sharing tentang mempersiapkan Pubertas pada Anak Autis. Luar Biasa...dan kami juga atas film Perdananya I'M Star untuk memberi edukasi kepada kita semua dan juga kepada masyarakat di dalam penerimaan Para Autis ini. Juga bahwa mereka bisa berbakat, mereka bisa membanggakan kita para orang tua, dan tentunya itu juga atas dukungan yang luar biasa dari Kedua orang tua yang sudah bekerja sama dalam peningkatan proses tumbuh kembang Abhy. Terima kasih sudah menjadi contoh bagi kita semua)
Adapun hal yang menjadi bahasan kita di sana tentang Mempersiapkan anak dalam mendekati masa Puber-nya :
1. Apa dan bagaimana keadaannya (mandiri ketika orang tua tiada--bekal life skill)
2. Tergantung pada orang tua sebagai Kunci dalam berjuang (Motivasi)
3. Memberi segala kebutuhan dasar dalam Proses tumbuh kembangnya (Terapi, Diet, Biomedis, dll) dan semua dijalani dengan Proses
4. Mempersiapkan Proses Remajanya
5. Baca Buku/ Literatur
6. Browshing
7. Persiapkan Social Story (pemahaman pada Proses tumbuh kembangnya)Persiapan Accesoris yang akan dikenakan (pakaian remaja, gaya rambut, penampilan, parfum, dll)
8. Persiapan Kebersihan Diri (Cuci Muka, Cuci Celana dalam, Cuci alat kelaminnya setelah BAK/BAB, dll)
9. Mengajari Norma Kesopanan  : Tidak Boleh memegang bagian yang tertutup pakaian renag, tidak boleh bicara dekat-dekat (sebatas rentang tangan untuk orang lain, dan ukuran siku tangan pada ayah atau ibu)
10. Kurangi cium-cium mama (Lingkaran Sosial)
11. Kembangkan Bakat anak untuk mengurangi keinginan maaf (MASTURBASI)

Persiapan Remaja : 
1. Perempuan : Menyiapkan Masa HAID
*Lakukan Role Play...latihan secara intens dengan visualisasi. mulai dari pemberian Obat merah dari tiap bulannya selama minimal masa haidnya   
  *  Memakai Pembalut     
* Warna Berbeda
     * Sedikit ke banyak ke sedikit lagi
     * Mencuci celana dan Pembalut2. Mengenalkan Proses Pertumbuhan (Perempuan dan Laki-laki)
2. Mengenalkan proses pertumbuhan (perempuan dan laki-laki)
* Tumbuh rambut pada kemaluan (P+L), Ketiak (P+L)
* Suara yang berubah (L)
* Payudara membesar (P)
* Kemaluan sewaktu-waktu bisa TEGANG (L)
* Mimpi Basah (L)
* Berjerawat (P+L)
* Kenalkan ciri-ciri fisik L dan P (cantik, gemuk, langsing, seksi, ganteng, tinggi, pendek dll)
* Kenalkan pakaian yang dikenakan (Laki2 à Perempuan, Perempuan à Laki2)..Pemahaman nanti kelak bila mereka dewasa dan menikah.
* Visualisasikan ketika usia 7/8 tahun ke atas
* Kedekatan untuk tumbuh kembangnya ( Pà ibunya, L à ayahnya)
* Mandi bersama
* Waspada untuk perempuan yang sudah Haid (berteman, dg siapa saja Lingkaran sosial..Larangan apa saja dan akibatnya..Bisa HAMIL (visualisasikan)
* Tidak semua orang baik di luar sana..Baik laki2/ perempuan (Kasus : anak diperkosa oleh pembantu/sopir)
3. Perubahan diri :
* Menarik diri, di kamar, mengunci diri, melamun..akan timbul pikiran negatif (maaf sampai Masturbasi atau ONANI)
* Perbanyak kegiatan positif
* Lakukan kegiatan bersama
* Mengembangkan Hobby
4. Sex Education :
* Toilet Training
    a. Tutup pintu saat BAB/BAK
    b. Kebersihan diri
    c. Tidak boleh masuk ketika ada orang di Kamar Mandi
    d. Pipis di tempatnya..(No Botol Aqua-L)
e. Ganti Baju tidak sembarangan
  * Di kamar atau KM
f. Tidur Pisah kamar (sebaiknya dilakukan saat usia anak 6 tahun sudah harus pisah kamar)

Aktifitas dan kegiatan apa yang diberikan kepada anak-anak remaja? 
1. Memasak
Membaca Resep, Membeli bahan, Menyiapkan alat dan bahan, Memasak (Memotong, Mencuci bahan, panaskan minyak di kompor atau air...Masak Sesuai Resep)
2. Mencuci
Menyiapkan Sabun, ember/ bak cuci, Menimba air (sekalian latihan motorik), Memasukkan sabun ke dalam bak air (hitung takaran), Mencuci pakaian dalam/ baju/ rok / celana, menggunakan sikat baju untuk celana Jeans, Memeras Pakaian, Membilas, Menjemur. Bila Pakaian dicuci dengan tangan sendiri maka bisa bermanfaat untuk latihan motorik
3. Musik
Belajar Nada, memegang alat musik, dengarkan alunan musik dll....Kembangkan tingkatannya
4. Membantu orang tua
Menyapu lantai, mebersihkan rumah, dll
5. Ketrampilan
ketrampilan yang dikembangkan sesuai kemampuan anak..Menjahit, Menyulam, Memperbaiki mesin, dll
6. Komputer
Mengenalkan pada komputer, mematikan dan menyalakan komputer, cara menggunakan mouse, mengetik, menyalin, merangkum, mentranslate, dll
7. Vokal
Latihan Nada, Latihan Ketukan, dll--Les Vokal
8. Gambar dan Lukis
Sensible Pensil, Motorik Halus Baik, berupa goresan, coretan, menggunakan crayon, menggunakan pensil warna, menggunakan Cat air
9. Olah raga
Renang, Jalan santai pagi, lari, kegiatan Sensori integrasi, dll
10. Berjualan
Belajar mengenal uang, kelipatan uang, berhitung, soal cerita, berhitung dengan kalkulator, belajar mengembalikan uang, menulis nota, menjumlah, Berjualan di Toko, Warung, Bagaimana membungkus, dll
11. Menulis
Menulis halus, menulis indah, menulis buku harian, menulis ulang, menuangkan apa yang ada di pikiran
12. Membaca
Membaca kata, membaca kalimat, membaca komik, membaca cerita pendek, membaca novel, membaca koran, menceritakan apa yang dibaca, menuangkan dalam bentuk rangkuman, dll
13. Menonton TV/ film Remaja
membaca kisahnya, menjawab pertanyaan dari film yang dilihatnya, menceritakan film itu

TIPS untuk orang tua dan terapis:
1. Anak-anak belajar dari proses pembiasaan
2. Ganti Pola (jangan sampai terpola)
3. Ignore perilaku negative
4. Tegas
5. Konsisten
6. Jangan malu menghadapi mereka/hal ini
  kita didik anak bukan lingkungan karena kita tidak mungkin menuntut lingkungan menyesuaikan dengan anak kita yang berbeda-beda ini

Bawa Mereka selama kita mampu, selama kita bisa, dan selama kita masih ada.
BANGUN DARI TIDUR, dan BILA TIDUR TERUS…ANAK KITA TIDAK PERNAH MENJADI SIAPA-SIAPA.
TUHAN MENCIPTAKAN MEREKA DENGAN TUJUAN MASING-MASING DAN TUGAS KITA ADALAH MENGGALI, MENGHANTARKAN MEREKA SAMPAI MEREKA DEWASA DAN MANDIRI. .
SEMANGAT…..BERJUANG. SEMUA INDAH PADA WAKTUNYA

Sabtu, 24 Nopember 2012
PSG SURABAYA



REMAJA DENGAN AUTISME
Ketika anak-anak autisme semakin BESAR 
OLEH : Agus Tri Haryanto – Wila Kertia.

Problem sekolah mungkin selesai tapi problem lain masih ada! 
Inilah yang sudah kita lewati :
• Rutinitas ke tempat terapi
• Menangani tantrum
• Menegakkan peraturan
• Membantu Pekerjaan Rumah
• Berbagai pengobatan biomedis
Jadi sekarang apa masalahnya ? Masih ada beberapa :
• Stagnansi (tidak ada kemajuan)
• Depresi tingkat rendah
• Obsessive Compulsive (terobsesi dengan satu hal terus menerus)
• Overweight (kelebihan berat badan)
• Kekakuan motorik atau sebaliknya lemas seperti karet



Ada yang tidak bisa ditutupi. Apakah itu ?
Problem pergaulan. Secara fisik memang sudah remaja, tetapi usia mental tetap saja seperti anak-anak. Kelemahan persepsi sosial mengakibatkan anak-anak terlihat menggebu-gebu dalam bertindak dan berpikir, sehingga akhirnya malah reaksi-reaksinya yang begitu menonjol. Hal ini membuat remaja autis ini tersingkir dan akhirnya kesepian.
8 cara untuk membantunya :
1. Mendorong perawatan diri agar tetap sehat dan bersih (healthy dan hygiene).
2. Berperilaku sopan.
3. Cara memberi peringatan tidak seperti kepada anak-anak lagi, melainkan lembut tetapi tegas.
4. Yang kurang kompeten bergaul, ikutkan dengan kelompok kecil (club) sesuai hobi dan minatnya.
5. Petunjuk-petunjuk khusus antara orang tua dan anak masih boleh dipakai
6. Tidak ada anak usia belasan tahun yang buta tentang SEX. Tangani dengan cara memberi informasi secara benar.
7. Ajarkan pertemanan atau berkencan dengan benar dan nyaman.
8. Sampaikan ide bahwa tidak semua keinginan harus didapat. Berikan cara berpikir kreatif untuk mencari cara lain.
9. Tambahkan dengan olah raga secara TERATUR, seperti : bersepeda, renang, badminton, fitness dll.